— BYD resmi memperkenalkan model penyegaran M6 EV dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang digelar pada Rabu (29/7). BYD Motor Indonesia mengklaim bahwa MPV listrik ini sepenuhnya diproduksi di Tanah Air.

Varian Standard M6 EV yang dipamerkan di stan BYD dibanderol seharga Rp395.000.000. Informasi mengenai harga dan spesifikasi varian lainnya dari M6 EV belum dirinci lebih lanjut oleh BYD Motor Indonesia.

Pembaruan signifikan pada varian Standard terletak pada sektor penggerak. Kapasitas baterainya mengalami peningkatan menjadi 58 kWh, naik dari sebelumnya 55,4 kWh. Tenaga maksimal yang dihasilkan mencapai 150 kW dengan torsi 310 Nm. BYD mengklaim M6 EV mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu 7,9 detik, dengan jarak tempuh maksimal mencapai 450 km.

Perubahan lain juga menyentuh interior kabin, meliputi penambahan panel instrumen Full LCD berukuran 10,25 inci dan tuas transmisi model column shifter yang dipindahkan ke belakang kemudi.

Teknologi dan Varian M6 EV

M6 EV pertama kali hadir di pasar Indonesia pada tahun 2024. BYD mengklaim model ini merupakan MPV listrik global pertama yang diperkenalkan di Indonesia. Pada Mei 2026, lini produk ini diperkaya dengan kehadiran M6 DM, sebuah varian Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang menggabungkan motor listrik dengan mesin bensin.

BYD mencatat lebih dari 4.000 unit pesanan untuk M6 DM telah diterima dari berbagai wilayah. Kedua model ini termasuk dalam kategori kendaraan energi baru. M6 EV adalah kendaraan listrik murni, sementara M6 DM merupakan plug-in hybrid yang mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama, dengan mesin bensin yang bekerja secara otomatis saat dibutuhkan.

Pabrik di Subang

Klaim produksi lokal M6 EV mengindikasikan dimulainya aktivitas perakitan di pabrik BYD yang berlokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Sebelumnya, distribusi komponen kendaraan listrik BYD ke Indonesia dimulai bersamaan dengan pembukaan layanan impor peti kemas internasional di Pelabuhan Patimban, Subang.

Seluruh muatan impor perdana tersebut langsung dikirim ke pabrik BYD tanpa melalui pelabuhan lain. BYD Motor Indonesia telah mengonfirmasi bahwa fasilitas perakitan di Subang sudah memasuki tahap persiapan produksi, meskipun belum ada rincian mengenai model yang sedang menjalani uji coba.

“Kita sudah dalam proses dan trial production type yang memang direncanakan untuk diproduksi di fasilitas tersebut. Kami akan umumkan secara resmi bila sudah waktunya,” ujar Head of Marketing PR and Government Relations BYD Indonesia, Luther Panjaitan, melalui pesan singkat pada Minggu (26/7).