Infohub.id — Samsung tak ingin ketinggalan dalam persaingan komputasi spasial. Dalam ajang Galaxy Unpacked, raksasa teknologi asal Korea Selatan ini secara resmi meluncurkan perangkat wearable terbarunya, Samsung Galaxy Glasses, yang langsung menantang dominasi Ray-Ban Meta.
Kacamata pintar berbasis XR (extended reality) ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Samsung, Google, Qualcomm, dan merek kacamata ternama dunia. Inovasi ini menandai langkah besar Samsung memasuki arena komputasi spasial.
Performa dan Desain Unggulan
Galaxy Glasses ditenagai oleh chipset Snapdragon AR1 Gen 1 yang dirancang khusus untuk perangkat augmented reality, serta diperkuat oleh kemampuan AI Gemini Intelligence dari Google. “Inilah perangkat wearable pintar terbaru kami, Samsung Glasses. Kacamata ini ditenagai Snapdragon AR1 Gen 1 dan Gemini Intelligence, sekaligus menjadi langkah berikutnya Samsung untuk menghadirkan AI yang selalu mendampingi pengguna sepanjang hari,” ujar Won-Joon Choi, President & COO MX Business Samsung, saat peluncuran di London, Rabu (22/7/2026).
Salah satu keunggulan utama Galaxy Glasses adalah bobotnya yang diklaim jauh lebih ringan dibandingkan kacamata pintar pesaing yang sudah ada di pasaran. Samsung menggandeng merek kacamata terkemuka, Gentle Monster dan Warby Parker, untuk urusan desain. “Perangkat ini juga sangat ringan, bahkan lebih ringan dibandingkan sebagian besar kacamata AI yang ada saat ini. Dari sisi desain, kami bekerja sama dengan dua merek ternama, Gentle Monster dan Warby Parker, sehingga tampilannya tetap modis,” tambah Choi.
Daya Tahan Baterai dan Sensor Canggih
Isu daya tahan baterai, yang seringkali menjadi kelemahan kacamata pintar, coba diatasi oleh Samsung. “Namun, bobot ringan saja tidak cukup. Samsung Glasses juga dibekali daya tahan baterai yang dirancang untuk penggunaan sehari-hari. Kacamata ini mampu digunakan hingga 9 jam dalam sekali pengisian daya, sementara casing chargernya dapat mengisi ulang hingga lebih dari tujuh kali dengan sekali pengisian daya,” jelas Won-Joon Choi.
Meskipun ringkas dan ringan, bingkai kacamata pintar ini dibekali rangkaian sensor canggih. Terdapat kamera mikro untuk spatial mapping dan sensor eye-tracking. Layar panel mikro-OLED transparan pada lensa mampu memproyeksikan objek digital 3D yang menyatu dengan lingkungan nyata secara tajam dan minim latensi.
Integrasi dan Fitur Interaktif
Integrasi dengan sistem operasi buatan Google memungkinkan Galaxy Glasses terhubung mulus dengan smartphone dan tablet Galaxy pengguna. Melalui konektivitas ini, pengguna dapat mengakses navigasi peta, membaca pesan, hingga melihat notifikasi aplikasi langsung di depan mata tanpa perlu mengeluarkan ponsel.
Dalam demonstrasi di Galaxy Unpacked, Samsung memamerkan berbagai skenario penggunaan interaktif. Fitur fungsional yang ditampilkan meliputi penerjemahan teks bahasa asing secara real-time pada papan reklame, serta panduan rute jalan kaki interaktif menggunakan panah virtual holografis.
Samsung Galaxy Glasses dijadwalkan meluncur dan mulai dipasarkan pada musim gugur tahun ini. Namun, rincian harga resmi perangkat ini masih belum diungkap oleh Samsung.
Ikuti Infohub.id
